Minggu, 11 Januari 2015

Memandang langit lepas

Aku duduk di hamparan rumput. Mengadahkan kepala ke atas,memandang ciptaan tuhan yang sangat indah. Di atas sana,langit biru dipadukan dengan awan putih. Cantik! Kesan pertama yang aku lihat. Kamu tau? Aku senang memandang langit lepas. Warnanya yang cerah melambangkan kesucian,kedamaian,dan juga sukacita.
Aku senang berlama lama disini. Melihat hamparan awan putih di atas langit. Mereka terlihat sangat senang dan tenang.
Kadang aku iri melihat indahnya langit. Mengapa ia begitu indah? Aku ingin menjadi langit. Yang selalu memancarkan aura kedamaian. Yang selalu tersenyum cerah seakan tak pernah ada beban disana. Selalu menjadi tempat singgahnya awan dan matahari. Ia begitu teduh. Menemani matahari yang sedang memancarkan cahaya,dan awan yang menari nari kesana kemari. Seakan tak pernah bosan dengan tugasnya.
Langit,apa kau tau?
Aku ingin sepertimu. Berwarna cerah dan selalu berada di atas.
Awan,apa kau tau?
Aku ingin berada diposisimu. Melambangkan kesucian dan bisa menari nari kemana saja.
Matahari,apa kau tau?
Aku ingin menjadi kamu. Yang selalu memancarkan cahaya,bersiap untuk menerangi bumi.
Langit,awan,dan matahari.
Apa kalian tau? Kalian begitu serasi di atas sana. Membuatku iri dan ingin berada di tengah tengah kalian.
" Tuhan,kau telah menghiasi bumi dengan begitu indah. Lalu? Apakah kau mau menghiasi hidupku menjadi lebih berwarna? "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar