Sabtu, 23 Mei 2015

Cinta dan air mata

Suara sirine ambulance,gemericik hujan,suara mesin pendeteksi degub jantung,
tetesan cairan infus,suara derap langkah kaki berbaur menjadi satu.
Tiiittt ..
Semua terpaku. Menatap nanar garis lurus yang terpampang nyata pada mesin pendeteksi degub jantung.
waktu seakan berhenti. Bersamaan dengan jiwa yang melayang meninggalkan raga.
Mata mulai bekerja,memproduksi air mata sebanyak-banyaknya.
bibir bergetar menahan isakan.
Tangan bergerak. Menggoncang goncang tubuh yang tak lagi bernyawa.
Berharap masih ada harapan.
" kumohon bangunlah. Ucapkan sesuatu."
Isakan,jeritan,dan teriakan bersatu menggema memenuhi ruangan.
Cinta ..
Dingin. Kaku. Pucat. Mati.
Cinta ..
andai saja mata kembali terbuka.
andai saja bibir kembali berucap.
andai saja kaki dapat bergerak.
andai saja tangan kembali menggapai.
andai saja telinga dapat mendengar.
INI MIMPI BURUK!!
Petir mulai menggelegar, awan kembali menangis lebih deras lagi.
Ini kenyataan.ia telah pergi untuk selama lamanya.
meninggalkan kenangan.
menggoreskan luka.dan menyayat hati.
Aku benci ini.
aku benci saat harus melewati kotak persegi panjang di tengah ruangan.
aku benci saat harus menenteng bunga dukacita.
aku benci saat lubang itu terbuka,dan ingin menyambutmu.
aku benci saat perlahan tanah tertimbun menyembunyikanmu diantaranya.
aku benci saat harus menabur bunga perpisahan.
dan aku benci saat harus melangkah meninggalkanmu sendiri disini. tempat peristirahatan terakhirmu.
Cinta..
Air mata kembali menetes saat kenangan kita kembali berputar.
Kaki tak sanggup menopang saat menyadari kamu tak akan kembali lagi.
aku ingin melawan takdir,menghapus kenyataan,dan membangunkanmu darisana.
Tapi.. apa daya? Aku tak bisa. dan akhirnya aku memilih diam dan menerima semuanya.


29january**--

Jessica's quote({})

Tidak ada komentar:

Posting Komentar