Jumat, 20 Februari 2015

hujan

  Ditengah derasnya hujan, kita berlari kencang membelah angin seperti cheetah yang sedang mengejar mangsa.
Tak peduli dengan busana yang sudah basah kuyup,kita terus melaju dengan kencang tanpa takut ada bahaya yang mengancam.
Kita disini, membiarkan air hujan membasahi.
Membiarkan angin menerpa.
Membiarkan kedinginan yang terus menyergap tanpa henti.
Tak ada yang lebih menyenangkan dari bermain bersama tangisan awan.
Menari bersama anginpun menarik.
Hujan.
Aku selalu bersembunyi dibalik hujan.
Meluapkan segala amarah yang terpendam.
Mencurahkan tekanan yang amat menyiksa.
Dan menemani awan yang tak pernah berhenti menangis.
Aku bersyukur tuhan menciptakan hujan.
Karena jika aku menangis,aku tidak perlu bersembunyi dibalik selimut atau dibawah kolong untuk menyembunyikan kesedihan yang sedang aku rasa.
Ada saatnya aku harus sendiri,ditemani percikan air dan hembusan angin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar