Selasa, 03 Maret 2015

mimpi

Hari ini aku kembali dihempaskan oleh harapan semu.
awalnya aku berharap, kita tetap berjalan pada jalur yang sama walaupun tak saling menggenggam.
Tapi ternyata? Karma lebih kejam dari yang aku kira.
Kamu tau? Aku berharap kenyataan ini tak pernah ada.
Aku berharap takdir sedang keliru, atau hanya ingin membuat kejutan.
Dan,hey Lihatlah!
Kita sudah tidak sejalan. 
Aku dengan jalanku sendiri dan kamu dengan jalanmu bersamanya.
lalu ketika kita berpapasan dan bertemu pada satu tikungan.
Genggaman itu semakin menohok hatiku.
Sayang? Aku tidak salah dengar kan?
Aku seperti ditikam oleh beribu samurai.
Disitu aku mulai menyadari satu hal:
Jalan kita berbeda.
Cerita kita sudah menjadi kenangan.
Aku larut dalam mimpi itu sendiri,dan tak pernah pergi.

Minggu, 01 Maret 2015

Iseng

 Tuhan sudah merencanakan aku dan kamu bertemu dalam satu waktu.

BRUK!!
Jessica menganga tak percaya saat lembaran lembaran kertas ditangannya sudah berserakan di lantai.
ia menatap tajam sang pelaku yang masih terlihat santai tanpa berniat mengucap maaf.
" Minggir Gue mau lewat. " dan dengan tidak berperasaannya sang pelaku melenggang pergi begitu saja. Ohmygod!

+++

Tuhan punya banyak rencana. Mungkin aku dan kamu adalah salah satu dari banyak rencananya.

" aku tak tau,mengapa kau membenciku. Apa salahku,katakanlah. Biar ku tau. " Leo memejamkan mata,menyesap setiap makna dari sebait lirik yang baru saja ia latunkan.
Jessica Natalie hudson.
disaat para wanita disekolahnya sibuk mencari perhatian Leo. Gadis ini malah menobatkan dirinya sebagai musuh leo.
alasannya cuma karna leo pernah nabrak dia dan ngga minta maaf.
hell,ngga masuk akal kan?

+++

Sekeras apapun ice,jika sudah berhadapan dengan air hangat,pasti meleleh.

Jessica dan leo melotot dengan mulut menganga. Memandang kepala sekolah tak percaya.
" mau tidak mau,kalian harus mewakili sekolah kita. Jessica baca puisi,dan leo bernyanyi. Oke deal?! Sekarang kalian boleh keluar dan latihanlah sebaik mungkin. Waktu yang tersisa hanya 1minggu. " dengan gontai, jessica beranjak darisana.
What? Kaloborasi sama leo? Kalo kaloborasi berantem sih iya. Nah ini? Baca PUISI BERTEMA ROMANTIC.

+++

Perlahan tapi pasti,air hangat itu akan melelehkan segalanya.

Jessica memandang hamparan penonton dengan ragu,kemudian melemparkan pandangan pada leo disampingnya.
DEG!!
senyum itu lagi. Jessica tergagap dan segera memalingkan wajahnya.
Satu minggu mempersiapkan diri,membuat kelakuan mereka sedikit berubah.
Leo yang dingin dan kaku mulai herubah menjadi leo yang perhatian dan murah senyum.
Perubahan itu yang membuat jessica mulai menaruh simpati pada sosok yang tengah berdiri tegap disampingnya.
 
Ice itu perlahan meleleh,menjadi linangan air yang tak berarti.
benteng itu sedikit demi sedikit mulai goyah. 
Hati mulai merespon
pikiran berpikir keras
Bibir terasa kaku bila telah berhadapan
mata tak sanggup mengalihkan pandangan
genggaman tak ingin terlepas
aku jatuh cinta.

Sepenggal cerita

" ini yang aku takutin,kamu yang perlahan lahan berjalan dengan langkah lebar,dan aku yang mengikuti dengan terseok-seok. Lalu ketika aku lelah dan ingin berhenti,kamu sudah terlalu jauh untuk dipanggil. Disitulah aku menyadari perlahan lahan perbedaan yang akan menghancurkan kita. " George melengos,satu hal yang ia tau Gadisnya sedang kehilangan kepercayaan diri saat ini.
" kalau begitu,aku akan menyempatkan diriku untuk menengok ke belakang. Agar aku tau sejauh mana aku telah melangkah. Ketika aku sadar sudah terlalu jauh melangkah,aku akan berbalik. Mensejajarkan langkah kita. " Natalie memandang George datar,lalu menggeleng pelan.
" itu tak akan terjadi. Karena sebelum kamu berbalik,aku sudah meninggalkan tempat itu lebih dulu. " George mulai tersulut emosi. Ia mengcengkeram bahu natalie,menatap natalie tajam.
" kalau begitu,aku akan menggandengmu,agar kita tetap bersebelahan tanpa ada jarak yang memisahkan. "
" sudah saatnya mimpi indah ini berakhir George. Kamu terlalu tinggi untuk aku raih. Kita berbeda. " Sudah Cukup! George menggeram. Apa yang natalie pikirkan? Mereka sudah bersama selama 7bulan. Dan sekarang? Menurutnya hubungan mereka hanya mimpi?
" Oke. Ini kan mau kamu? Aku pamit dari hati kamu. " George benar benar pergi,meninggalkan natalie yang sudah terduduk dengan air mata yang berlinangan.
" Ma-,af "

Sabtu, 21 Februari 2015

sepenggal kisah

Suatu hari,aku bertemu dengannya.
Masih jelas di ingatanku,sosoknya yang memukau.
Lidahku jadi kelu,tanpa bisa berkata kata.
Iris coklatku bertemu dengan iris hitam pekat miliknya.
Ia tersenyum menampilkan lesung pipit miliknya.
" Stevano "
" Jessica "

Jumat, 20 Februari 2015

hujan

  Ditengah derasnya hujan, kita berlari kencang membelah angin seperti cheetah yang sedang mengejar mangsa.
Tak peduli dengan busana yang sudah basah kuyup,kita terus melaju dengan kencang tanpa takut ada bahaya yang mengancam.
Kita disini, membiarkan air hujan membasahi.
Membiarkan angin menerpa.
Membiarkan kedinginan yang terus menyergap tanpa henti.
Tak ada yang lebih menyenangkan dari bermain bersama tangisan awan.
Menari bersama anginpun menarik.
Hujan.
Aku selalu bersembunyi dibalik hujan.
Meluapkan segala amarah yang terpendam.
Mencurahkan tekanan yang amat menyiksa.
Dan menemani awan yang tak pernah berhenti menangis.
Aku bersyukur tuhan menciptakan hujan.
Karena jika aku menangis,aku tidak perlu bersembunyi dibalik selimut atau dibawah kolong untuk menyembunyikan kesedihan yang sedang aku rasa.
Ada saatnya aku harus sendiri,ditemani percikan air dan hembusan angin.

Tentang sebuah rasa

Semilir angin menerpa.
Hawa dingin mulai menusuk,menyeruak masuk melalui indera peraba
Haruskah berkata tidak,jika pada kenyataannya iya?
" Maaf ... " apa semua pria selalu meminta maaf setelah melakukan kesalahan? Lalu ketika
Kata memaafkan sudah mereka dapat. Mereka akan mengulangi - meminta maaf - dimaafkan - dan kembali mengulangi kesalahan yang sama,pengkhianatan.
" Lalu,kita? Kamu mau kita putus? " memiriskan! Kenapa kenyataan begitu menyakitkan?
" bukan itu yang aku inginkan. Aku cinta sama kamu,tapi aku ngga bisa lepas dari dia. " aku masih tak mengerti bagaimana bisa pengkhianatan terjadi saat rasa cinta masih ada.
" ini yang aku takutin,aku yang sulit jatuh cinta,ketemu sama kamu yang gampang jatuh cinta. Bahkan walaupun kamu menatakan cinta berulang kalipun aku tak akan percaya. " kepercayaan itu telah hancur dan mungkin butuh waktu lama untuk memperbaikinya.
Kenapa rasanya begitu menyakitkan? Dia yang kita percayai,orang yang kita sayang,bahkan cinta. Tega mengkhianati kita.
" aku cinta sama kamu. " Cihh! Bulshit!
" Kita putus. " mungkin sudah saatnya kita berhenti berkarya dalam dunia kita sendiri. Berhenti mengikat dalam suatu hubungan.
Kamu dengan duniamu dan aku dengan duniaku.
Terkadang aku bertanya, kenapa harus mencintai jika pada akhirnya akan terluka?
Apa setiap hubungan harus selalu ada pengkhianatan?
Kesetiaan bersembunyi dimana?
Kepercayaan kemana?
Bagaimana akhirnya nanti?
Bahagiakah,terlukakah, atau apa?
" kamu ngga mau ngasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya? " apa yang harus diperbaiki? Hati yang terluka, Kepercayaan yang telah hilang,atau kenyataan yang mungkin saja keliru?
" sudah cukup diskusi ini. Aku pergi. " haruskah berkata tetap tinggal saat hati telah berteriak meminta untuk segera diobati?
Aku pergi dan kisah kita berakhir sampai disini.

-- Pada akhirnya,yang setia akan pergi,ketika kesetiaannya tak lagi dihargai.

Kamis, 19 Februari 2015

aku benci

Langit menghitam berselimut kabut. Cahaya mulai meredup,menambah kesan keharuan yang tercipta, seakan merasakan apa yang sedang terjadi.
Aku benci suasana begini.
Aku benci saat garis lurus terpajang pada mesin pendeteksi jantung.
Aku benci saat teriakan teriakan penyesalan menggema memenuhi ruangan,Jeritan jeritan yang selalu membuatku merinding dan isak tangis yang semakin menyayat hati.
Aku benci saat guncanganku tak berhasil membangkitkan nyawa yang telah hilang.
Aku benci ketika harus kehilangan dan aku benci saat penyesalan datang menyergap.
Andai saja semua tak terjadi,andai saja ini hanya sebuah mimpi,andai saja mata itu dapat terbuka,andai saja jantung kembali berdetak.
Andai saja telinga kembali mendengar,andai saja kaki dapat melangkah,
Andai saja tangan mampu menggapai,andai saja bibir kembali berucap,
Andai saja kulit dapat merasakan, dan andai saja tak pernah ada yang terbaring dalam kotak persegi panjang.
Aku benci berandai-andai yang pada akhirnya berakhir dengan ketidakpastian.
Aku benci saat takdir harus menghadapkanku dengan kenyataan yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Aku benci saat takdir mengharuskanku meneteskan air mata,meratapi,dan larut dalam kesedihan.
Aku benci saat sebuah peti terduduk manis diruang tengah,bersiap menyambut pendampingnya.
Aku benci saat bunga dukacita bertengger manis memamerkan keindahannya dan bersiap menjalankan tugas sebagai penghias.
Aku benci saat tangis yang mengiringimu ke rumah barumu.
Aku benci saat isakan semakin terdengar memilukan, kala lubang mulai tertimbun tanah.
Aku benci saat harus menabur bunga di atas timbunan tanah dan menancapka  anda pengenal dalam tanah.
Aku benci saat harus melangkah meninggalkanmu sendirian disini, ditempat peristirahatan terakhirmu.
Ketakutanku telah menjadi kenyataan!
Kau pergi dan tak akan kembali lagi!
Kau hilang dan mungkin tak akan pernah muncul lagi.
Dan kau tertidur untuk selamanya!